logo blog
Selamat Datang Di Blog Bisa Elektronika
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Bisa Elektronika,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Menentukan kaki transistor

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika anda merakit rangkaian elektronika adalah menentukan kaki transistor.Kita tidak boleh asal2an,sebab kalau anda salah pasang dijamin rangkaian tidak akan bekerja bisa jadi transistor malah rusak setelah kemasukan tegangan.Menurut saya cara ini efektif sudah sering dicoba hasilnya memuaskan.Cara ini saya dapatkan ketika mengikuti pelatihan teknisi elektronika di Balai Latihan Kerja(BLK) Depnaker.
Alat yang dibutuhkan untuk menentukan kaki transistor adalah multimeter analog.Langkah langkahnya sbb:

kaki transistor
transistor jengkol
A.Transistor jenis PNP
1.Stel skala pada posisi ohmmeter Rx1/Rx10/Rx1k
2.Stel jarum keangka 0
3.Tentukan kaki Basis(B) terlebih dahulu,caranya sbb:
a.Anggap saja kaki yang paling kiri no.1 tengah no.2 yang paling kanan no.3
b.Colok merah dikaki no.1,colok hitam secara bergantian di no.2 dan 3,jika jarum bergerak kekanan menunjukkan angka ohm yang kecil(dibawah 5 atau sama atau hampir sama ) maka kaki 1 adalah Basis sedangkan untuk kaki no.2 dan 3 berarti Kolektor(C) dan Emitor(E).
Bila jarum tidak bergerak menunjukkan angka ohm yang kecil pindahkan colok merah kekaki no.2,colok hitam secara bergantian dikaki no.1 dan 3 atau bisa juga colok merah dikaki no.3 colok hitam secara bergantian dikaki no.1 dan 2 sampai jarum menunjuk pada angka ohm yang kecil.
Setelah  kaki Basis diketahui maka untuk mentukan kaki Emitor,caranya sbb:
1.Stel skala pada posisi Rx10k
2.Stel jarum keangka 0
3.Letakkan colok merah dikaki no.3,hitam dikaki Basis misalnya kaki no.1, catat nilai ohm.
4.Letakkan colok merah dikaki no.2,hitam dikaki no.1 catat nilai ohm.
   Bila nilai ohm pada point 3 lebih kecil dari pada point 4 maka kaki no.3 adalah Emitor,otomatis kaki no.2 adalah Kolektor
B.Transistor jenis NPN
 Caranya sama hanya coloknya dibalik.
1.Stel saklar posisi ohmmeter Rx1/Rx10/Rx1k
2.Stel jarum keangka 0
3.Tentukan kaki Basis(B) terlebih dahulu,caranya sbb:
a.Anggap saja kaki yang paling kiri no.1 tengah no.2 yang paling kanan no.3
b.Colok hitam dikaki no.1,colok merah secara bergantian di no.2 dan 3,jika jarum bergerak kekanan menunjukkan angka ohm yang kecil(dibawah 5 atau sama atau hampir sama ) maka kaki 1 adalah Basis sedangkan untuk kaki no.2 dan 3 berarti Kolektor(C) dan Emitor(E).
Bila jarum tidak bergerak menunjukkan angka ohm yang kecil pindahkan colok hitam kekaki no.2,colok merah secara bergantian dikaki no.1 dan 3 atau bisa juga colok hitam dikaki no.3 colok merah secara bergantian dikaki no.1 dan 2 sampai jarum menunjuk pada angka ohm yang kecil.
Setelah kaki basis diketahui maka untuk mentukan kaki emitor,caranya sbb:
1.Stel skala pada posisi Rx10k
2.Stel jarum keangka 0
3.Letakkan colok hitam dikaki no.3,merah dakaki Basis misalnya kaki no.1 catat nilai ohm.
4.Letakkan colok hitam dikaki no.2,merah dikaki no.1 catat nilai ohm.
   Bila nilai ohm pada point 3 lebih kecil dri pada point 4 maka kaki no.3 adalah Emitor,otomatis kaki no.2 adalah Kolektor

Saya rasa anda tidak akan menemui kesulitan untuk mempraktekan cara menentukan kaki transistor ini.Mudah2an artikel saya bermanfaat untuk anda semua.Kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan senang hati.Sampai jumpa lagi dengan artikel2  berikutnya.
Enter your email address to get update from Bisa Elektronika.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 comments

ajib gan infonya....walo agak mudeng kalo urusan ma elektro

Balas

Makasih nih informasinya salam kenal gan...

Balas

Infonya menarik serta menambah wawasan

Balas
Copyright © 2013. Belajar Elektronika Dari Dasar - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger